Sekotong, Lombok Barat, NTB (MediaPluss.id) – Semarak Idul Adha 1447 H masih terasa kental di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Usai menunaikan Sholat Idul Adha berjamaah, ratusan warga langsung berkumpul di lokasi penyembelihan untuk bergotong royong melaksanakan ibadah qurban. Suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan mewarnai setiap proses, mulai dari pengambilan hewan, penyembelihan, pengulitan, hingga pengemasan daging qurban.
Tahun ini menjadi bukti nyata kekompakan warga Sekotong Tengah. Menurut tokoh masyarakat setempat H. Lalu Daryadi yang akrab disapa Mamiq Tuan Dar, hewan qurban berasal dari urunan masyarakat dan bantuan para donatur . “Alhamdulillah, warga kita kompak sekali tahun ini. Total ada 11 ekor sapi dan 5 ekor kambing yang siap disembelih. Ini menunjukkan kepedulian dan semangat berqurban masyarakat Sekotong Tengah semakin meningkat,” ungkap Mamiq Tuan Dar di sela kegiatan.
Sementara itu, Saidi selaku Panitia Qurban memaparkan asal-usul 11 ekor sapi yang disembelih tahun ini. Rinciannya sebagai berikut:
1. 4 ekor sapi berasal dari urunan jamaah utuh dan kelompok jamakiyah warga setempat.
2. 1 ekor sapi dari anggota DPRD Provinsi NTB, Lalu Irwansyah
3. 1 ekor sapi dari Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, Lalu Ivan Indaryadi
4. 1 ekor sapi dari BPKH/Baznas
5. 1 ekor sapi dari Ibu Sari Yuliati, anggota DPR-RI
6. 5 ekor kambing dari masyarakat umum Desa Sekotong Tengah.
“Warga sangat antusias dari awal sampai akhir. Sejak pagi sudah banyak yang hadir membantu. Kami atas nama panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menitipkan hewan qurbannya kepada warga sekitar. Semoga setiap tetes darah, setiap helai bulu hewan qurban ini menjadi timbangan amal dan membawa berkah serta manfaat besar bagi masyarakat Sekotong Tengah,” ujar Saidi.
Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan. Di baliknya ada pelajaran besar tentang keikhlasan dan ketaatan yang diwariskan Nabi Ibrahim AS dan putranya Ismail AS. Ketika Nabi Ibrahim diperintahkan Allah untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya, beliau tidak ragu. Ismail pun dengan rela menerima perintah itu. Dari kisah itu, qurban mengajarkan kita untuk “menyembelih” sifat ego, tamak, dan cinta dunia berlebihan, lalu menggantinya dengan kepasrahan kepada Allah dan kepedulian kepada sesama.
Semangat itu tampak nyata saat daging qurban dikemas rapi menjadi paket-paket. Panitia dan relawan kemudian membagikannya langsung kepada warga kurang mampu, anak yatim, lansia, janda, serta keluarga yang berhak menerima di Desa Sekotong Tengah dan dusun-dusun sekitarnya. Pembagian dilakukan door to door agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerumunan.
Lebih dari sekadar pembagian daging, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan yang erat bagi warga sekitar. Tua muda, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak muda larut dalam satu barisan kerja. Ada yang bertugas mengiris daging, menimbang, mengemas plastik, mencatat penerima, hingga mengantar paket. Tawa dan obrolan ringan mengiringi kerja bakti itu, mencairkan penat dan menguatkan rasa persaudaraan.
“Idul Adha mengingatkan kita bahwa kita ini bersaudara. Yang punya lebih berbagi, yang menerima merasa diperhatikan. Lewat qurban ini, jarak sosial jadi hilang. Yang penting sekarang bagaimana keberkahan ini bisa terus kita jaga,” tambah Mamiq Tuan Dar.
Menutup kegiatan, panitia dan tokoh masyarakat berharap tradisi urunan qurban warga Sekotong Tengah ini tidak berhenti di tahun ini saja. Ke depan, diharapkan jumlah hewan qurban terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran dan kemampuan ekonomi warga. Dengan begitu, manfaat dan keberkahan Idul Adha bisa dirasakan lebih luas lagi oleh seluruh lapisan masyarakat.
( erji )




0 Komentar